TRIBUNMETRO.COM, TANGERANG — Enlit Asia 2026 menjadi momentum bagi PT Yokogawa Indonesia untuk memperkenalkan berbagai solusi teknologi yang mendukung kebutuhan transformasi sektor energi di Indonesia.

Berlangsung pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Yokogawa Indonesia berpartisipasi sebagai Silver Sponsor sekaligus exhibitor.

Kehadiran perusahaan tidak hanya menampilkan teknologi otomasi, tetapi juga mencakup digitalisasi, manajemen energi, pemantauan aset, serta solusi yang berkaitan dengan efisiensi dan pengurangan emisi.

President Director PT Yokogawa Indonesia, Teo Che Eng, menjelaskan bahwa kebutuhan pelanggan menjadi dasar penting dalam pengembangan inovasi perusahaan.

“Bagi Yokogawa Indonesia, inovasi berarti memahami tantangan pelanggan dan memberikan nilai jangka panjang yang terukur melalui otomasi, transformasi digital, keunggulan operasional, dan manajemen energi,” ujar Teo.

Pendekatan tersebut membuat pengembangan teknologi diarahkan agar dapat menjawab persoalan yang muncul dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Dalam sektor energi yang terus mengalami perubahan, kemampuan untuk mengintegrasikan data, sistem kendali dan perangkat lapangan menjadi salah satu kebutuhan penting.

Empat Pilar Solusi Yokogawa

Yokogawa menampilkan empat kelompok solusi pada Enlit Asia 2026.

BaxEnergy menjadi salah satu teknologi yang diperkenalkan untuk mendukung pengelolaan aset energi terbarukan. Solusi ini menyediakan dukungan untuk pemantauan kinerja dan pengendalian pembangkit dengan berbagai teknologi.

Selanjutnya terdapat CI Server dan CENTUM VP yang berfokus pada integrasi operasi. CI Server mendukung penggabungan informasi dari berbagai sistem, sedangkan CENTUM VP digunakan sebagai sistem kendali proses.

Untuk kebutuhan optimasi energi dan dekarbonisasi, Yokogawa memperkenalkan KBC dan Visual MESA. Solusi tersebut membantu melakukan evaluasi terhadap penggunaan energi serta utilitas sehingga peluang efisiensi dapat lebih mudah diidentifikasi.

Sementara DTSX, Sushi Sensor dan TDLS ditempatkan dalam kelompok pemantauan kondisi aset dan proses.

DTSX menggunakan teknologi serat optik untuk pemantauan temperatur. Sushi Sensor memungkinkan pemantauan kondisi peralatan secara nirkabel, sedangkan TDLS menyediakan teknologi pengukuran gas untuk kebutuhan proses dan pembakaran.

Integrasi teknologi tersebut memungkinkan data dari lapangan dikumpulkan dan digunakan sebagai bagian dari proses pemantauan serta pengambilan keputusan.

Dorong Efisiensi dan Keandalan

Direktur PT Yokogawa Indonesia, Maria Magdalena, mengatakan pameran menjadi kesempatan untuk bertemu pelanggan dan mitra sekaligus membahas kebutuhan teknologi secara langsung.

“Melalui partisipasi kami di Enlit Asia 2026, Yokogawa memperkenalkan solusi otomasi, digitalisasi, dan manajemen energi yang membantu industri serta sektor ketenagalistrikan Indonesia meningkatkan keandalan, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional,” kata Maria.

Menurutnya, penerapan teknologi perlu berjalan bersama kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Yokogawa juga membuka ruang demonstrasi dan diskusi selama pameran agar pengunjung dapat memahami penerapan teknologi berdasarkan kebutuhan fasilitas masing-masing.

Di sisi lain, perusahaan menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi digital.

Melalui pengembangan teknologi dan kolaborasi, Yokogawa Indonesia terus membawa semangat “Co-innovating tomorrow” dalam mendukung perjalanan menuju sektor energi yang lebih andal dan berkelanjutan.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *