Blog

  • Eki Pitung dan MUI DKI Jakarta Bahas Masa Depan Jakarta sebagai Kota Global yang Religius

    Eki Pitung dan MUI DKI Jakarta Bahas Masa Depan Jakarta sebagai Kota Global yang Religius

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — Menjelang momentum lima abad Kota Jakarta, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar rapat untuk membahas berbagai gagasan strategis terkait masa depan Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung tinggi nilai religius dan keberadaban.

    Rapat tersebut dipimpin oleh jajaran Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan. Di antaranya Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta Ustaz Eki Pitung atau M. Rifqi, Ketua Umum MUI DKI Jakarta Gus Faiz, Ketua DPRD DKI Jakarta Ustaz Dr. Suhud, Ketua KADIN DKI Jakarta Nadia, Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, serta jajaran pimpinan dan pengurus MUI DKI Jakarta.

    Ustaz Eki Pitung menyampaikan bahwa perjalanan Jakarta menuju usia lima abad menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter kota. Menurutnya, predikat sebagai kota global perlu berjalan beriringan dengan nilai agama, budaya, etika, dan kehidupan sosial masyarakat.

    “Jakarta menyongsong lima abad sebagai kota global yang religius dan beradab,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

    Keterlibatan berbagai unsur dalam rapat Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan Jakarta.

    Jakarta yang semakin terbuka terhadap perkembangan ekonomi dan globalisasi diharapkan tetap memiliki identitas yang kuat. Nilai religiusitas dan keberadaban menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan perkotaan yang harmonis.

    Melalui forum tersebut, MUI DKI Jakarta terus mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta, khususnya dalam menyambut perjalanan menuju lima abad sebagai kota global yang maju sekaligus berkarakter.

  • Agustya Adi Martha Paparkan Inovasi Teknologi Geofisika Lokal Pro Tech untuk Perkuat Eksplorasi Geothermal

    Agustya Adi Martha Paparkan Inovasi Teknologi Geofisika Lokal Pro Tech untuk Perkuat Eksplorasi Geothermal

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — PT Pro Tech Engineering melalui brand Pro Tech memperkuat kiprahnya di industri teknologi geofisika nasional dengan menghadirkan beragam perangkat instrumentasi dan sistem monitoring berbasis teknologi lokal. Untuk pertama kalinya, perusahaan mengikuti The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

    Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi Pro Tech untuk memperkenalkan solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia dan dapat diaplikasikan pada sektor energi, penelitian, eksplorasi sumber daya, pemantauan lingkungan hingga mitigasi bencana.

    Founder PT Pro Tech Engineering, Agustya Adi Martha, mengatakan Pro Tech berupaya menghadirkan ekosistem teknologi geofisika secara terintegrasi, mulai dari perangkat pengukuran hingga pengolahan dan pemantauan data.

    “Produk yang kami sediakan merupakan produk nasional lokal. Mulai dari instrumentasi, seismograf, sistem monitoring sampai processing dan monitoring data, semuanya kami kembangkan di Indonesia,” kata Agustya saat ditemui awak media di ajang IIGCE 2026, Rabu (19/8/2026).

    Menurut Agustya, kebutuhan teknologi geofisika saat ini tidak hanya berkaitan dengan eksplorasi geothermal. Perangkat yang dikembangkan Pro Tech juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas kegempaan, potensi longsor, kondisi lingkungan, air permukaan maupun air bawah tanah.

    Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan sistem untuk mengumpulkan dan menyajikan data secara cepat sehingga pengguna dapat memperoleh informasi sebagai bahan pemantauan dan pengambilan keputusan.

    Teknologi tersebut juga dapat dipadukan dengan perangkat Android untuk mendukung aktivitas survei di lapangan. Integrasi ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna ketika melakukan pengukuran sekaligus identifikasi kondisi wilayah.

    “Untuk survei kebencanaan, perangkat ini bisa digunakan langsung di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dapat dimanfaatkan untuk proses identifikasi dan monitoring,” jelas Agustya.

    Kembangkan Sistem Monitoring Air dan Lingkungan

    Selain perangkat geofisika, Pro Tech Engineering memperkenalkan solusi pemantauan kualitas air dan ketinggian muka air melalui produk seperti Adel dan Tirta.

    Sistem tersebut dirancang untuk membantu pengguna memperoleh informasi mengenai kondisi kualitas air serta perubahan water level. Data monitoring dapat menjadi salah satu indikator awal untuk mengetahui adanya perubahan kondisi lingkungan maupun ketersediaan sumber daya air.

    Agustya menilai pemantauan air tanah semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya tersebut. Monitoring secara berkala dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi groundwater di suatu wilayah.

    “Kita dapat memonitor ground water dan melihat kapan air bawah tanah mulai mengalami penurunan. Ke depan, teknologi monitoring seperti ini akan semakin dibutuhkan untuk mengetahui ketersediaan air bawah tanah,” ujarnya.

    Portofolio Pro Tech juga mencakup berbagai perangkat, antara lain seismometer, accelerometer, magnetometer, tsunami gauge, automatic weather station, water quality monitoring system, serta sistem pemantauan aktivitas gempa.

    Untuk kebutuhan survei dan pemetaan, perusahaan menghadirkan sejumlah solusi seperti Aero-GPR, Aero-Magnetic Survey, dan LiDAR Survey. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam kegiatan eksplorasi geologi, mineral, geothermal, geoteknik maupun pemetaan topografi.

    Dorong Inovasi Anak Bangsa Masuk Industri

    Lebih jauh, Agustya mengatakan Pro Tech Engineering tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, tetapi juga ingin menjadi penghubung antara inovasi teknologi nasional dengan kebutuhan dunia industri.

    Menurutnya, Indonesia memiliki banyak inovasi yang dihasilkan perusahaan, perguruan tinggi, komunitas maupun lembaga penelitian. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana hasil inovasi tersebut dapat dikembangkan hingga memenuhi kebutuhan industri.

    “Banyak produk dan inovasi Indonesia yang sebenarnya bagus. Tantangannya bagaimana produk itu bisa masuk ke industri. Kami mencoba membantu mengakomodasi dan menghubungkan inovasi tersebut dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

    Dalam pengembangan bisnisnya, Pro Tech Engineering telah melayani kebutuhan sejumlah perusahaan di sektor energi dan geothermal, termasuk Star Energy, Pertamina, Elnusa dan Geo Dipa.

    Agustya berharap dukungan terhadap industri teknologi nasional semakin diperkuat, termasuk melalui kebijakan yang dapat mempermudah proses perlindungan kekayaan intelektual.

    Ia menilai akses terhadap pendaftaran paten dengan biaya dan proses yang lebih terjangkau akan membantu perusahaan lokal maupun inventor dalam melindungi hasil pengembangan teknologinya.

    “Harapannya proses untuk produk nasional, termasuk paten, bisa dibuat lebih mudah dan terjangkau. Perlindungan tersebut penting agar inovasi anak bangsa dapat terus berkembang,” katanya.

    IIGCE Diharapkan Perluas Kolaborasi Teknologi Nasional

    Sementara itu, kehadiran Pro Tech di IIGCE 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama antara pelaku industri nasional dengan perusahaan internasional, perguruan tinggi serta lembaga penelitian.

    Agustya juga berharap penyelenggaraan IIGCE pada tahun-tahun mendatang memberikan ruang lebih luas bagi produk teknologi dalam negeri dan hasil riset perguruan tinggi untuk diperkenalkan kepada pasar.

    “Kami berharap ke depan semakin banyak produk nasional, termasuk hasil inovasi universitas dan lembaga lainnya, yang mendapat kesempatan untuk dipamerkan. Dengan begitu, inovasi tersebut dapat lebih dikenal dan peluang masuk ke industri juga semakin terbuka,” pungkasnya.

    Partisipasi Pro Tech Engineering dalam IIGCE 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengembangan teknologi geofisika buatan Indonesia. Melalui instrumentasi, survei, pengolahan data dan sistem monitoring real-time, Pro Tech berupaya menghadirkan solusi yang dapat mendukung eksplorasi geothermal, ketahanan energi, keselamatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

  • Steven Sutanto Ungkap Strategi Duraquipt Cemerlang Perkuat Manufaktur Pompa Nasional di IIGCE 2026

    Steven Sutanto Ungkap Strategi Duraquipt Cemerlang Perkuat Manufaktur Pompa Nasional di IIGCE 2026

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — PT Duraquipt Cemerlang memanfaatkan ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 sebagai momentum untuk memperluas kiprah manufaktur pompa dalam negeri ke sektor geothermal. Kehadiran perusahaan pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, menjadi partisipasi perdana Duraquipt Cemerlang dalam pameran industri panas bumi tersebut.

    Mengangkat tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”, IIGCE 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem geothermal dan energi, mulai dari pemerintah, pelaku industri, produsen teknologi hingga perusahaan pendukung sektor energi.

    CEO PT Duraquipt Cemerlang, Steven Sutanto, mengatakan keikutsertaan perusahaan tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang lebih luas agar kemampuan manufaktur pompa nasional dapat masuk ke berbagai proyek geothermal di Indonesia.

    “Ini pertama kalinya kami mengikuti event geothermal. Kami ingin memperluas pengguna di industri geothermal. Selama ini kami lebih dikenal di sektor gas, sehingga kami berharap dapat semakin dikenal sebagai manufaktur pompa, termasuk untuk API pump dan fire pump,” ujar Steven saat ditemui awak media, Rabu (19/8/2026).

    Menurut Steven, perkembangan industri geothermal di Indonesia memberikan peluang bagi produsen lokal untuk mengambil peran lebih besar. Karena itu, Duraquipt Cemerlang berupaya menjadikan sektor panas bumi sebagai salah satu pasar yang dapat dikembangkan ke depan.

    Ia berharap perusahaan dapat berkontribusi dalam berbagai proyek energi nasional sekaligus menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan geothermal yang membutuhkan produk pompa dengan kemampuan manufaktur dalam negeri.

    “Kami ingin bisa terlibat dalam proyek-proyek di Indonesia dan menjadi salah satu pilihan utama untuk kebutuhan pompa geothermal,” katanya.

    DURA Pump Diproduksi di Indonesia

    PT Duraquipt Cemerlang telah menjalankan bisnis manufaktur pompa industri sekaligus layanan perbaikan pompa sejak 2000 melalui merek DURA Pump.

    Proses produksi dilakukan di Indonesia secara terintegrasi, meliputi tahapan engineering, casting atau pengecoran, machining, assembly hingga pengujian. Dengan fasilitas tersebut, perusahaan berupaya menghasilkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus bersaing dengan produk impor.

    DURA Pump memiliki portofolio produk yang mengacu pada berbagai standar internasional, di antaranya ANSI/ASME B73.1 dan API 610. Produk-produknya telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sektor minyak dan gas, petrokimia, pembangkit energi serta berbagai industri proses.

    Selain memproduksi pompa, PT Duraquipt Cemerlang juga menyediakan jasa perbaikan pompa dengan berbagai macam merek, sehingga kebutuhan pelanggan tidak hanya dilayani dari sisi penyediaan produk baru, tetapi juga pemeliharaan dan perbaikan peralatan pompa.

    Untuk mendukung pengembangan produk, perusahaan menggunakan perangkat lunak engineering serta teknologi simulasi guna membantu menganalisis dan meningkatkan performa pompa. Dukungan fasilitas produksi dan pengujian di Indonesia juga menjadi bagian dari strategi perusahaan meningkatkan kemampuan manufakturnya.

    Dorong Kebijakan TKDN di Industri Geothermal

    Salah satu isu yang menjadi perhatian Steven adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek geothermal. Menurutnya, pertumbuhan proyek panas bumi perlu diikuti dengan kebijakan yang memberikan kesempatan lebih besar kepada industri manufaktur Indonesia.

    Steven menilai industri lokal memiliki kemampuan untuk bersaing apabila memperoleh ruang yang proporsional dalam rantai pasok proyek energi.

    “Dengan semakin banyaknya proyek geothermal, kami berharap regulasi pemerintah juga memberikan perhatian terhadap TKDN. Kalau industri dalam negeri diberi kesempatan, produk lokal bisa bersaing dengan produk asing,” tuturnya.

    Ia juga berharap terdapat mekanisme kebijakan yang dapat memperkuat posisi produsen lokal, sebagaimana penerapan ketentuan TKDN yang telah dikenal dalam industri minyak dan gas.

    “Harapannya ada aturan seperti PTK 007 SKK Migas. Karena geothermal sedang berkembang, ini menjadi kesempatan bagi industri dalam negeri untuk ikut tumbuh bersama,” lanjut Steven.

    460 Karyawan dan Penguatan Kapasitas Produksi

    Dalam menjalankan operasionalnya, PT Duraquipt Cemerlang saat ini didukung sekitar 460 karyawan. Perusahaan terus mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dan fasilitas manufaktur untuk mengikuti kebutuhan industri energi yang semakin kompleks.

    Selain geothermal, Duraquipt Cemerlang juga memiliki pengalaman dalam berbagai proyek strategis sektor energi, termasuk keterlibatan pada proyek carbon capture serta sejumlah proyek industri yang melibatkan perusahaan energi berskala internasional.

    Dari aspek kandungan lokal, beberapa produk unggulan DURA Pump telah memiliki nilai TKDN lebih dari 40 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator upaya perusahaan meningkatkan penggunaan komponen dan kemampuan produksi dalam negeri.

    Perluas Pasar melalui IIGCE 2026

    Partisipasi di IIGCE 2026 menjadi kesempatan bagi PT Duraquipt Cemerlang untuk membangun komunikasi langsung dengan pelaku industri geothermal sekaligus memperkenalkan kemampuan manufaktur pompa nasional.

    Perusahaan melihat perkembangan geothermal sebagai peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat keterlibatan industri pendukung dalam negeri dalam proyek energi strategis.

    Di sisi lain, merek DURA juga telah memperoleh perpanjangan perlindungan merek terdaftar dari Kementerian Hukum Republik Indonesia hingga 2035. Perlindungan tersebut memperkuat posisi DURA sebagai merek nasional yang dikembangkan untuk industri pompa dan sektor energi.

    Melalui keikutsertaannya di IIGCE 2026, PT Duraquipt Cemerlang menegaskan arah pengembangan perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan manufaktur lokal, memperluas pasar pompa ke sektor geothermal, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam proyek-proyek energi Indonesia.

    Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa industri manufaktur nasional memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda ketahanan energi dan pengembangan geothermal Indonesia.

  • Yehuda Patrick Ungkap Strategi ADFoodServices Perkuat Layanan Catering Industri untuk Sektor Geothermal

    Yehuda Patrick Ungkap Strategi ADFoodServices Perkuat Layanan Catering Industri untuk Sektor Geothermal

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — PT Anugrah Duta Food Services melalui brand ADFoodServices memperluas kiprahnya di sektor industri dengan menghadirkan layanan catering dan food manufacturing yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pekerja di lokasi operasional, termasuk pertambangan dan geothermal.

    Langkah tersebut diperkenalkan dalam keikutsertaan perdana ADFoodServices pada The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tahun ini, IIGCE mengangkat tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”.

    Dalam wawancara bersama awak media di booth ADFoodServices, Rabu (19/8/2026), Director of Sales PT Anugrah Duta Food Services, Yehuda Patrick, mengatakan perusahaan memiliki pengalaman dalam menyediakan layanan food service untuk berbagai kebutuhan industri.

    “ADFoodServices merupakan perusahaan food service yang menangani jasa boga, mulai dari premium catering hingga industrial catering untuk kebutuhan site, termasuk lokasi pertambangan,” ujar Yehuda.

    Menurut Yehuda, skala produksi menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam melayani kebutuhan industri. ADFoodServices saat ini memiliki kemampuan produksi hingga 52 ton makanan per hari.

    Selain layanan catering konvensional, perusahaan menawarkan konsep Sumber Inti, yakni penyediaan bahan makanan work in progress yang telah melalui proses pengolahan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

    Konsep tersebut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi operasional di lokasi kerja. Dengan sebagian besar proses dilakukan di central kitchen, kebutuhan tenaga kerja sekaligus waktu persiapan di site dapat diminimalkan.

    “Melalui Sumber Inti, pekerjaan persiapan di lokasi bisa dikurangi. Produk yang dikirim dari central kitchen sudah melalui proses sehingga di site tidak perlu melakukan banyak persiapan sebelum makanan diproses dan disajikan,” jelas Yehuda.

    Teknologi Blast Freezing Jaga Kualitas Makanan

    Salah satu teknologi yang mendukung sistem Sumber Inti adalah blast freezing. Metode ini digunakan setelah makanan selesai dimasak dengan tujuan mempercepat proses pembekuan sekaligus membantu mempertahankan karakteristik produk.

    Yehuda menjelaskan, penerapan teknologi tersebut memungkinkan makanan yang diproduksi di central kitchen tetap memiliki kualitas yang konsisten ketika nantinya diproses kembali di lokasi pelanggan.

    “Setelah dimasak, makanan langsung melalui proses blast freezing. Teknologi ini membantu menjaga rasa, tekstur dan aroma agar ketika diproses kembali di site, kualitasnya tetap mendekati makanan yang dibuat di central kitchen,” katanya.

    Sistem tersebut menjadi penting untuk mendukung operasional di wilayah yang memiliki tantangan distribusi atau berada jauh dari pusat kota. Dengan pengolahan terpusat, ADFoodServices berupaya menjaga konsistensi kualitas makanan di berbagai lokasi.

    Perusahaan juga menyediakan pilihan menu yang beragam, mulai dari makanan khas Indonesia hingga menu Western. Variasi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pekerja di masing-masing lokasi operasional.

    Perkuat Hygiene dan Food Safety

    Tidak hanya mengejar efisiensi, ADFoodServices juga memberikan perhatian terhadap aspek kebersihan dan keamanan pangan. Perusahaan menerapkan sistem Reverse Osmosis (RO) dalam pengolahan air yang digunakan untuk berbagai kebutuhan di fasilitas produksinya.

    Mulai dari penerimaan bahan hingga kebutuhan sanitasi, pengelolaan kualitas air menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar hygiene dalam proses produksi.

    ADFoodServices juga didukung laboratorium internal yang berada di fasilitas central kitchen. Keberadaan fasilitas tersebut membantu perusahaan melakukan pengujian dan pengawasan terhadap aspek keamanan makanan sebelum produk didistribusikan kepada pelanggan.

    Menurut Yehuda, penerapan standar keamanan pangan menjadi faktor penting dalam layanan catering industri, terlebih ketika perusahaan melayani pekerja yang berada di lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi.

    “Food safety sangat penting. Ketika makanan tidak aman, kondisi kesehatan dan fokus pekerja bisa terganggu. Hal tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada produktivitas maupun keselamatan kerja, terutama di area pertambangan yang menggunakan alat berat dan memiliki jam kerja panjang,” tegasnya.

    IIGCE 2026 Jadi Momentum Perluas Kolaborasi

    Keikutsertaan ADFoodServices dalam IIGCE 2026 menjadi kesempatan perusahaan untuk memperkenalkan kapabilitasnya kepada pelaku industri geothermal serta berbagai perusahaan yang berada dalam rantai pendukung sektor energi tersebut.

    Yehuda menilai pameran geothermal berskala internasional seperti IIGCE dapat mempertemukan perusahaan penyedia jasa pendukung dengan pelaku industri secara langsung.

    “Event ini menjadi jembatan yang baik antara perusahaan tambang maupun pelaku industri dengan kami sebagai support system. Melalui kegiatan ini, kami dapat bertemu langsung dan memperkenalkan solusi yang kami miliki,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk keterbukaan, ADFoodServices juga memberikan kesempatan kepada calon pelanggan maupun mitra untuk melihat langsung fasilitas central kitchen. Menurut Yehuda, kunjungan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai proses produksi, pengolahan bahan makanan hingga pengendalian kualitas yang diterapkan perusahaan.

    Ia menilai transparansi proses menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dengan pelanggan, khususnya untuk layanan food service yang menyangkut kebutuhan konsumsi pekerja dalam jumlah besar.

    Ke depan, ADFoodServices berharap standar keamanan pangan di sektor jasa boga industri terus mendapatkan perhatian dan penguatan. Bagi perusahaan, makanan yang aman dan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga berhubungan dengan produktivitas serta keselamatan pekerja.

    Dengan kapasitas produksi hingga 52 ton per hari, dukungan central kitchen, penerapan teknologi blast freezing, pengolahan air berbasis RO, laboratorium internal serta konsep Sumber Inti, ADFoodServices terus mengembangkan layanan food service yang mengutamakan efisiensi, konsistensi, hygiene dan food safety.

    Kehadiran perdana di IIGCE 2026 pun menjadi bagian dari strategi ADFoodServices untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama dengan perusahaan geothermal, pertambangan, kontraktor, maupun berbagai perusahaan pendukung industri di Indonesia.

  • Ir. Suharto: Duraquipt Cemerlang Dorong Kemandirian Industri Pompa Nasional dan Perluas Pasar Geothermal

    Ir. Suharto: Duraquipt Cemerlang Dorong Kemandirian Industri Pompa Nasional dan Perluas Pasar Geothermal

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — PT Duraquipt Cemerlang terus memperkuat kiprahnya sebagai salah satu perusahaan manufaktur pompa nasional dengan mengembangkan produk, kemampuan engineering, serta layanan perbaikan pompa untuk mendukung kebutuhan industri strategis di Indonesia.

    Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

    IIGCE 2026 mengangkat tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”, yang menempatkan panas bumi sebagai salah satu sumber energi penting dalam memperkuat ketahanan dan transisi energi nasional.

    Pada hari pertama pameran, Rabu (19/8), Director PT Duraquipt Cemerlang, Ir. Suharto, M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan perkembangan perusahaan sekaligus strategi untuk memperluas kontribusi manufaktur pompa dalam negeri terhadap sektor energi, termasuk geothermal.

    Menurut Ir. Suharto, PT Duraquipt Cemerlang telah menjalankan bisnis manufaktur pompa industri dan jasa perbaikan pompa sejak tahun 2000. Berbekal pengalaman tersebut, perusahaan mengembangkan proses produksi secara terintegrasi di dalam negeri.

    “Duraquipt bergerak di manufaktur pompa sekaligus jasa repair pump. Prosesnya kami kerjakan di Indonesia, mulai dari engineering, pengecoran, machining, assembling sampai testing,” ujar Ir. Suharto saat ditemui di booth perusahaan.

    Melalui merek DURA Pump, PT Duraquipt Cemerlang memproduksi sejumlah tipe pompa industri dengan mengacu pada standar internasional, antara lain ANSI/ASME B73.1 dan API 610.

    Produk tersebut dikembangkan untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor, mulai dari minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, industri proses, hingga industri geothermal yang membutuhkan peralatan dengan tingkat keandalan tinggi.

    Bidik Peluang di Industri Geothermal

    Keikutsertaan dalam IIGCE 2026 menjadi langkah strategis bagi PT Duraquipt Cemerlang untuk memperkenalkan kapabilitas manufaktur dan engineering kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor panas bumi.

    Ir. Suharto melihat perkembangan industri geothermal sebagai peluang bagi produsen nasional untuk meningkatkan peran dalam rantai pasok energi Indonesia.

    “Geothermal memiliki posisi penting dalam ketahanan energi dan proses transisi energi Indonesia. Karena itu, kami melihat peluang untuk berkontribusi melalui produk pompa serta kemampuan engineering yang kami miliki,” jelasnya.

    Tidak hanya menyediakan produk baru, PT Duraquipt Cemerlang juga menawarkan jasa perbaikan pompa berbagai merek. Layanan tersebut menjadi bagian dari solusi perusahaan untuk membantu pelanggan menjaga performa, efisiensi, serta keandalan pompa yang digunakan dalam operasional industri.

    Dengan kombinasi manufaktur dan layanan repair pump, perusahaan berupaya memberikan solusi yang lebih menyeluruh, baik bagi pelanggan yang membutuhkan unit pompa baru maupun pengguna yang memerlukan perawatan dan perbaikan peralatan yang sudah beroperasi.

    Produk Lokal dengan Standar Internasional

    Ir. Suharto menegaskan bahwa status sebagai perusahaan nasional tidak menjadi batasan bagi PT Duraquipt Cemerlang untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing global.

    Menurutnya, perusahaan terus melakukan pengembangan dari sisi teknologi, engineering, mesin produksi, hingga pengendalian kualitas agar produk DURA Pump mampu memenuhi tuntutan industri.

    “Kami adalah perusahaan nasional, tetapi standar yang kami gunakan bersifat internasional. Engineering didukung software modern dan proses produksinya menggunakan mesin-mesin yang mendukung ketelitian serta kualitas produk,” katanya.

    Penguatan kapasitas produksi dalam negeri juga berjalan seiring dengan upaya meningkatkan penggunaan komponen lokal. Untuk sejumlah produk pompa DURA, tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN telah mencapai lebih dari 40 persen.

    “Kami terus mendorong penggunaan komponen dalam negeri. Untuk beberapa produk, TKDN pompa kami sudah berada di atas 40 persen,” ungkap Ir. Suharto.

    Ia menilai peningkatan TKDN bukan hanya berkaitan dengan persentase komponen lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem manufaktur nasional yang lebih mandiri.

    Semakin besar kapasitas industri lokal dalam memproduksi peralatan berteknologi tinggi, menurutnya, semakin besar pula nilai tambah yang dapat dipertahankan di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

    Karena itu, Ir. Suharto berharap kebijakan yang mendukung produsen nasional dapat terus diperkuat, termasuk penerapan TKDN secara konsisten dalam berbagai proyek industri.

    “Kami berharap dukungan kepada produsen dalam negeri semakin kuat. Dengan penerapan TKDN yang konsisten, industri lokal dapat berkembang dan semakin banyak manufaktur Indonesia yang mampu menghasilkan produk berstandar nasional dengan kualitas internasional,” tuturnya.

    Perkuat DURA Pump sebagai Brand Nasional

    Pengalaman PT Duraquipt Cemerlang juga telah mencakup berbagai kebutuhan industri energi dan proyek strategis, termasuk pekerjaan yang melibatkan perusahaan energi berskala internasional.

    Melalui kehadiran di IIGCE 2026, perusahaan sekaligus membuka ruang untuk memperluas jaringan dan menjajaki kerja sama baru dengan pelaku industri geothermal.

    Selain mengembangkan produk dan pasar, PT Duraquipt Cemerlang juga memberikan perhatian terhadap penguatan identitas merek. Brand DURA telah mendapatkan perpanjangan perlindungan merek dari Kementerian Hukum Republik Indonesia hingga 2035.

    Perpanjangan tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan dalam menjaga keberlanjutan merek DURA sekaligus memperkuat posisi DURA Pump sebagai produk manufaktur nasional yang dikembangkan untuk kebutuhan industri dengan orientasi standar internasional.

    Ke depan, PT Duraquipt Cemerlang menargetkan pengembangan bisnis yang tidak hanya bertumpu pada penjualan pompa, tetapi juga engineering, maintenance dan repair pump berbagai merek.

    Ir. Suharto berharap partisipasi dalam IIGCE 2026 dapat meningkatkan pengenalan terhadap kemampuan perusahaan di kalangan pelaku industri panas bumi sekaligus menghasilkan peluang kolaborasi baru.

    “Kami ingin terus tumbuh bersama industri nasional. Melalui produk, engineering dan layanan yang kami miliki, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan industri Indonesia,” pungkas Ir. Suharto.

  • Ivan Kuntara: PT Nichias Sunijaya Dorong Produk Rock Wool Lokal untuk Perkuat Industri Geothermal Indonesia

    Ivan Kuntara: PT Nichias Sunijaya Dorong Produk Rock Wool Lokal untuk Perkuat Industri Geothermal Indonesia

    TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — PT Nichias Sunijaya kembali menegaskan perannya dalam pengembangan industri manufaktur material insulasi di Indonesia melalui keikutsertaannya pada The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026. Pameran yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, menjadi momentum perusahaan memperkenalkan produk insulasi berbasis rock wool buatan Indonesia kepada sektor energi dan industri.

    Director PT Nichias Sunijaya, Ivan Kuntara, saat ditemui awak media pada Rabu (19/8), mengatakan kehadiran perusahaan di booth M-130 merupakan bagian dari strategi memperluas pemanfaatan produk manufaktur lokal, khususnya material insulasi yang memiliki berbagai aplikasi pada fasilitas industri dan energi.

    Menurut Ivan, PT Nichias Sunijaya Indonesia bersama PT Nichias Rockwool Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 1989. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan mengembangkan berbagai material yang digunakan untuk kebutuhan industri, termasuk rock wool insulation dan gasket untuk sektor otomotif maupun industri.

    “PT Nichias Sunijaya Indonesia merupakan perusahaan dengan investasi asing dan partner lokal yang sudah berdiri di Indonesia sejak 1989. Produk kami antara lain rock wool insulation, gasket untuk otomotif dan industri, serta berbagai produk material lainnya,” ujar Ivan.

    Salah satu aspek yang menjadi perhatian perusahaan adalah tingginya kandungan lokal pada produk rock wool yang diproduksi di Indonesia. Ivan menjelaskan bahwa sebagian besar, bahkan hampir seluruh komponen utama proses produksinya, berasal dari dalam negeri.

    “TKDN-nya hampir 100 persen karena bahan bakunya 100 persen lokal. Pengerjaannya juga dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia dan sebagian mesin yang digunakan berasal dari Indonesia,” jelasnya.

    Rock wool sendiri memiliki karakteristik yang membuatnya banyak digunakan pada berbagai kebutuhan industri. Material tersebut dapat berfungsi sebagai insulasi panas, perlindungan terhadap kebakaran, sekaligus membantu pengendalian suara.

    Ivan menyebut aplikasi rock wool telah berkembang pada berbagai sektor, mulai dari pembangkit listrik hingga fasilitas industri modern dan data center.

    “Rock wool memiliki tiga properti penting, salah satunya fireproofing. Karena itu material ini digunakan di PLTU, geothermal, industri, dan sekarang juga banyak digunakan untuk kebutuhan data center,” katanya.

    Geothermal Jadi Salah Satu Pasar Strategis

    Menurut Ivan, perkembangan industri geothermal di Indonesia membuka peluang semakin luas bagi penggunaan material insulasi produksi dalam negeri. Geothermal dinilai memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung proses transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

    Keikutsertaan dalam IIGCE 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan kesiapan industri manufaktur lokal dalam menyediakan material pendukung bagi pembangunan infrastruktur energi.

    “Kami ikut di sini karena geothermal merupakan sektor yang dikembangkan pemerintah. Perusahaan kami di Jepang juga memiliki konsistensi dan komitmen untuk mendukung produk rendah emisi dan ramah lingkungan,” ungkap Ivan.

    Ia menambahkan, pengalaman dan teknologi yang dimiliki perusahaan memungkinkan produk rock wool yang dibuat di Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga diterima di pasar internasional.

    PT Nichias Rockwool Indonesia saat ini memiliki sekitar 500 karyawan. Produk yang dihasilkan dari fasilitas manufaktur di Indonesia juga telah dikirim ke berbagai negara.

    “Kami merupakan salah satu produsen di Indonesia dengan sekitar 500 karyawan. Produk lokal ini juga kami ekspor ke seluruh dunia, antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Taiwan, Jepang, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Latin,” paparnya.

    Produk Lokal dengan Standar Internasional

    Ivan berharap kehadiran PT Nichias Sunijaya di IIGCE 2026 dapat meningkatkan pemahaman pelaku industri bahwa material insulasi dengan kualitas dan standar internasional telah dapat diproduksi di Indonesia.

    Menurutnya, penggunaan produk lokal juga memiliki manfaat dari sisi efisiensi rantai pasok, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor serta menekan biaya logistik.

    “Kami berharap dengan ikut dalam event ini produk kami semakin dikenal. Banyak yang belum tahu bahwa produk ini sudah dibuat di Indonesia, kualitasnya diterima secara internasional dan sesuai standar internasional,” katanya.

    Pada pameran tersebut, perusahaan turut menampilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya MG BOARD™ dan MG MIGHTY ROLL™.

    MG BOARD™ merupakan material rock wool berbentuk papan yang dirancang untuk berbagai kebutuhan insulasi termal, perlindungan panas dan kebakaran, serta penyerapan suara. Produk ini tersedia dalam beberapa pilihan kepadatan dan ketebalan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan maupun fasilitas industri.

    Sementara itu, MG MIGHTY ROLL™ merupakan rock wool berbentuk blanket yang ditujukan untuk kebutuhan insulasi termal pada beragam aplikasi komersial dan industri.

    Kedua produk tersebut memiliki karakteristik non-combustible dan dapat dimanfaatkan untuk membantu pengendalian temperatur serta meningkatkan performa akustik pada suatu fasilitas.

    Diproduksi dari Material Batuan

    Ivan menjelaskan bahwa rock wool diproduksi melalui proses pengolahan material berbasis batuan yang dilelehkan pada temperatur sangat tinggi. Material tersebut kemudian diolah menjadi serat mineral hingga menghasilkan produk insulasi.

    “Kalau orang tahu prosesnya, produk ini dibuat dari batu-batuan yang dilelehkan pada suhu sekitar 1.500 derajat Celsius,” ujarnya.

    Dengan pengalaman operasional sejak 1989, dukungan fasilitas manufaktur di Indonesia, kandungan lokal yang tinggi, serta jaringan ekspor ke berbagai negara, PT Nichias Rockwool Indonesia terus memperluas pemanfaatan material insulasi buatan dalam negeri.

    Melalui IIGCE 2026, perusahaan berharap rock wool produksi Indonesia semakin dikenal oleh pelaku industri geothermal, energi, konstruksi, manufaktur, hingga sektor infrastruktur lainnya.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PT Nichias Sunijaya dan PT Nichias Rockwool Indonesia untuk memperkuat kapasitas manufaktur nasional serta mendorong semakin banyak penggunaan produk lokal berkualitas internasional dalam pembangunan industri dan infrastruktur energi Indonesia.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!